Senin, 19 Mei 2014

Jangan Berkata yg Menyakitkan Hati

Seringkali kita mendengar kata² yang menyakitkan hati ...
Seorang Ahli Ibadah, karena merasa suci, maka mereka mengatakan: "Pergi kamu, wahai pendosa yang najis"
Manusia yang jenius dan berkemampuan, mereka mengatakan: "Ah, mengapa orang² bodoh ini mendekati kita?"
Orang yang suka bermasyarakat, mereka mengatakan: "Lihatlah orang ini, tidak pernah bermasyarakat, kalau mati kubur saja dirinya sendiri"
Orang yang kaya, mereka mengatakan: "Hai orang miskin, kerja sana, jangan minta² saja, dasar kere dan miskin dari keturunan miskin pula"
Seorang pejabat, mereka mengatakan: "Dasar rakyat bodoh, mangkanya belajar politik, supaya bisa jadi pejabat dan kaya"
Dan masih banyak lagi kata² lainnya yang menyakitkan hati ...

Apakah orang² yang MERASA memiliki kelebihan itu sudah merasa pasti masuk Surga dan lebih baik dari orang yang disakiti hatinya dengan perkataannya itu?
Ataukah ia merasa menjadi kekasih Allah, dan orang lain itu pasti dibenci Allah?
Ataukah karena ia merasa sudah banyak berkecimpung dalam masyarakat, sedangkan orang lain yg jarang bergaul, dinilai buruk dan egois?
Tidak ada yang lebih buruk daripada bergaul namun dengan cara yang tidak diridloi Allah, misal karena riya, atau meng-ghibah atau menggunjing orang lain ...
Sungguh perkataan buruk yang menyakitkan hati dapat menghapus semua perbuatan baik yang telah dilakukannya juga dapat menjadikan murka Allah ...
Atau ia menganggap semua orang adalah buruk dan lebih buruk dari seorang pelacur? Padahal ada pezina yg diampuni dosanya hanya karena memberikan minum pada seekor anjing yg sangat kehauasan ...
Dan ada seorang ahli ibadah yg masuk Neraka karena perkataannya yg tidak diridloi Allah ...

Daripada mengucapkan perkataan yang buruk lebih baik diam, atau berdzikir saja, sehingga mendatangkan keridloan Allah ...
Dan memaafkan terhadap orang yg menyakiti adalah perbuatan terpuji dan dicintai Allah ...
Tolaklah perbuatan buruk dengan perbuatan yang lebih santun, sehingga mendapatkan keridloan Allah SWT ...
Dan segera bertobat dari segala kesalahan dan dosa, adalah perbuatan yang sangat disukai Allah SWT ...

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu semua kepada Allah ...
Dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu ...

Siapakah sesungguhnya teman² yang baik itu dan sungguh² sangat baik? Mereka adalah:
1. Para Nabi (sekarang sudah tidak ada, namun sifat² terpuji para Nabi dapat ditiru dan dijadikan contoh yang baik).
2. Orang-orang yang jujur.
3. Orang-orang yang semasa hidupnya dipergunakan untuk menegakkan agama Islam dengan Ikhlas, kemudian mati syahid.
4. Orang-orang yang shalih.

QS.2. Al Baqarah:83

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَـٰقَ بَنِىۤ إِسْرءِيلَ لاَ تَعْبُدُونَ إِلاَّ ٱللَّهَ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَالْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَقُولُواْ لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلاَّ قَلِيلاً مِّنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُّعْرِضُونَ

"... Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia ... "


QS. 2. Al Baqarah:263

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًى وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَلِيمٌ

"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun."

QS.17. Al Israa':53

وَقُل لِّعِبَادِى يَقُولُواْ ٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ كَانَ لِلإِنْسَـٰنِ عَدُوًّا مُّبِينًا

"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. "

Keterangan:
Ucapkanlah perkataan yang baik, atau kalau tidak, syaitan akan berusaha menimbulkan perselisihan diantara manusia dng cara sangat halus (sekarang dan seterusnya/selama-lamanya). Karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia, selama-lamanya.
Syaitan itu sudah berputus-asa, tidak akan dapat menjadikan muslim yg baik, menyekutukan Allah. Namun syaitan tidak pernah berputus-asa untuk menimbulkan perselisihan, permusuhan dan pertengkaran diantara mereka.


QS.33. Al Ahzab:70-71

يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَـٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, "
"Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar."

Ibnu Abi Umar menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari Ya'lah bin Mamlak, dari ummu Darda" bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari Kiamat daripada budi pekerti yang baik. (Karena) sesungguhnya Allah sangat membenci orang yang kotor (perkataannya) lagi keji (perbuatannya)." Shahih: Ash-Shahihah (826) dan Ar-Raudh An-Nadhir (941) (dari Kitab Shahih Sunan Tirmidzi)

Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Qabishah bin Laits Al Kufi menceritakan kepada kami. dari Mutharrif, dari 'Atha. dari Ummu Darda', dari Abu Darda', ia berkata, "Aku mendengar Nabi SAW bersabda, 'Tidak ada sesuatu pun yang diletakkan dalam timbangan, yang lebih berat (bobotnya) daripada budi pekerti yang baik. Sesungguhnya orang yang memiliki budi pekerti baik itu akan mencapai derajat orang yang gemar berpuasa dan shalat." Shahih: Ash-Shahihah (826) dan Ar-Raudh An-Nadhir (941) (dari Kitab Shahih Sunan Tirmidzi)

Keterangan:
Maksudnya, Orang yang memiliki budi pekerti yg baik itu akan lebih tinggi derajatnya daripada orang yang gemar berpuasa dan shalat (baik yang fardlu maupun yang sunnah), asalkan orang yang memiliki budi pekerti yang baik itu telah menegakkan sholat dan puasa yg fardlu.

Abu Kuraib Muhammad bin Al 'Ala menceritakan kepada kami, Abdullah bin Idris menceritakan kepada kami, bapaknya menceritakan kepadaku, dari kakek Abdullah, dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah SAW ditanya tentang sesuatu yang banyak memasukkan manusia ke dalam surga? Beliau menjawab, 'Takwa kepada Allah dan budi pekerti yang baik,' Beliau juga ditanya tentang sesuatu yang banyak memasukan manusia ke dalam neraka? Beliau menjawab, 'Mulut dan kemaluan'." Hasan sanadnya. Abu Isa berkata, "Hadits ini adalah shahih gharib" (dari Kitab Shahih Sunan Tirmidzi)

Telah bercerita kepada kami Sa'id bin Talid telah bercerita kepada kami Ibnu Wahb berkata, telah mengabarkan kepadaku Jarir bin Hazim dari Ayyub dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada seekor anjing yang sedang berputar-putar dekat sebuah sumur dan hampir mati karena kehausan lalu dilihat oleh seorang wanita pezina dari para pezina Bani Isra'il lalu wanita itu melepas sepatunya (dan mengambil air dengan sepatu itu) kemudian memberi minum anjing tersebut sehingga dia diampuni karena perbuatannya itu". (No. Hadist: 3208  dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Basyar Telah menceritakan kepada kami Gundar Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sa'ad dari Urwah dari Aisyah dia berkata; Aku pernah mendengar bahwa seorang nabi tidak akan meninggal hingga dia di suruh memilih antara dunia dan akhirat. Aisyah berkata; Kemudian ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sakit yang menyebabkan kematiannya, aku mendengar beliau menuturkan dengan terputus-putus, beliau bersabda: "Bersama orang-orang yang telah Allah beri nikmat kepada mereka, baik dari para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shalih dan mereka itulah sebaik-baik teman." Aisyah berkata; "Aku mengira pada waktu itulah beliau diberi pilihan." (No. Hadist: 4081 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd dari Shalih dari Ibnu Syihab dari 'Urwah bin Az Zubair bahwa Aisyah radliallahu 'anha isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "Sekelompok orang Yahudi datang menemui Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam, mereka lalu berkata; "Assaamu 'alaikum (semoga kecelakaan atasmu). Aisyah berkata; "Saya memahaminya maka saya menjawab; 'wa'alaikum as saam wal la'nat (semoga kecelakaan dan laknat tertimpa atas kalian)." Aisyah berkata; "Lalu Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tenanglah wahai Aisyah, sesungguhnya Allah mencintai sikap lemah lembut pada setiap perkara." Saya berkata; "Wahai Rasulullah! Apakah engkau tidak mendengar apa yang telah mereka katakan?" Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Saya telah menjawab, 'WA 'ALAIKUM (dan semoga atas kalian juga)."(No. Hadist: 5565 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Hadis riwayat Haritsah bin Wahab: Bahwa ia mendengar Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Maukah kalian aku beritahu tentang ahli surga? Para sahabat berkata: Mau. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Yaitu setiap orang yang lemah dan melemahkan diri, seandainya ia bersumpah demi Allah, pasti akan dilaksanakan. Kemudian beliau bertanya lagi: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang ahli neraka? Mereka menjawab: Mau. Beliau bersabda: Yaitu setiap orang yang kejam, bengis dan sombong. (Shahih Muslim No.5092)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar